Jumat, 27 Juli 2018

To : Iqlima Sy (my crazy friend)

Bagiku tidak ada sebuah perpisahan yang disertai kebahagiaan. Biar bagaimanapun tidak ada yang baik baik saja tentang sebuah perpisahan. Semanis apapun, seindah apapun ada cerita yang sejak detik itu harus berubah menjadi kenangan. Selalu dan akan ada waktu yang di korbankan, hati yang dipatahkan dan tubuh yang ditinggalkan.

Yang harus kamu tau "semua pasti berubah, mau tidak mau. Semua pasti berpisah, ingin tidak ingin. Semua pasti berakhir, siap tidak siap."

Yang harus kamu ingat "sebuah tempat yang telah menjadi takdirmu dengan semua berkah dan kenikmatan dari-Nya. Itulah yang pantas kamu terima. Lanjutkan langkahmu, tetap tersenyum seperti itu dan aku akan bahagia disini untukmu"

Yang harus kamu percaya "bahwa takdir itu ada. Tentang bagaimana nanti, bagaimana masa depan, dan bagaimana akhirnya."

Time will always cure and time will always fix it. Thanks for now and forever. Thanks for this night.  And thanks for everything that ever happened . You are the one who always gives me the spirit.
03.15 AM
Saturday, 28 july 2018



Your Piggy_chan

R.R.S

Sabtu, 21 Juli 2018

Bertahan dengan sebuah alasan

Peraturan itu ada untuk di taati walaupun kadang memberatkan diri dan menyakitkan hati. Saat semua orang memilih pergi dengan alasan sudah tak kuat lagi, salahkah jika aku bertahan dengan sebuah alasan aku ingin mempertahankan ? bahkan tak sedikit dari mereka yang bertahan dengan alasan keterpaksaan. Tuntutan orang tua, keadaan yang memaksa, dan lain sebagainya.

Satu hal yang ingin aku tanyakan bukankah suatu tempat harusnya memberikan kenyamanan ? lantas bagaimana dengan peraturan peraturan yang memberatkan yang berujung membuat seseorang tak nyaman dan berakhir dengan sebuah kata kepergian ? mereka pergi bukan tanpa alasan hanya saja mereka tak ingin terlalu banyak berdebat dan membuat mereka penat hingga akhirnya memilih untuk beristirahat dengan alasan "aku sudah tidak kuat". 

Coba bayangkan berapa banyak yang sudah mereka korbankan, meski tidak semuanya terlihat nyata didepan mata. Ada hati yang harus mereka jaga, ada perasaan orangtua yang harus mereka pikirkan kedepannya. Sejauh ini mereka bertahan itu sudah merupakan sebuah kebanggaan. Bagaimana tidak ? Mungkin kalian akan tau jika kalian pernah merasakan hidup dalam keterpaksaan mencoba mengontrol diri agar tidak kelewatan. Perlahan tapi pasti mencoba memperbaiki diri. 

Senja dan cerita yang sama

  Aku hampir saja berhenti melangkah. Beristirahat pada tempat dimana tak ada siapa siapa. Bersendiri saja untuk mengingat hal apa saja yang sudah aku lewati. Menyegarkan lagi isi hati yang sudah terlalu sering merasa sedih. Berteman dengan alam, senja, dan suasana rooftopnya. Aku suka ditempat itu aku bisa bercerita tentangnya pada senja yang entah keberapa kali aku melihatnya.

  Tentang perasaan yang salah. Setiap orang pernah merasakan jatuh dan tak ada seorangpun yang ingin merasakannya lagi. Semudah itu Tuhan mengejutkanku dengan kedatanganmu yang ternyata hanya untuk menjatuhkan hatiku. Aku hanya percaya jika semua akan tiba pada waktunya. Termasuk bagaimana kita pada akhirnya. Bersatu atau justru sebaliknya?

  Di kehidupan nyata aku memang diam, tak banyak bercerita. Aku lebih suka bedialog dengan Tuhan. Dan senja perantaranya.
Sore itu misalnya...
“Sunsets are my escape into the reality I want to continuously live.”
  Pada senja aku ingin bertanya "kita menatap langit yang sama" Mungkinkah kita melihat senja diwaktu yang sama ? Entahlah aku tak ingin memikirkannya. Yang jelas aku tak ingin mengulang kesalahan yang sama meski dengan orang yang berbeda.

  Bukankah terkadang ketidaktahuan itu terasa mendamaikan ? tanpa terusik perihal jawaban yang menyakitkan. Karena mungkin jika Tuhan tak mau kita bersatu hati yang paling terluka adalah hatiku.
  Dunia penuh kemungkinan, seseorang yang sangat kamu benci bisajadi dulu adalah orang yang sangat kamu cintai dan begitu sebaliknya. Sekali lagi rasa tetaplah rasa. Ia tak bisa dipaksa.
Bagaimana jika yang aku rasa adalah hal yang tidak pernah kau rasakan ? Atau justru sebaliknya. Sebab manusia tidak ada yang tau perihal hatimu kan ?

Sederhana saja, aku ingin bijak menyambut rasa dengan menyebut namamu dalam doa.






Your secret admirer

Rabu, 18 Juli 2018

Allah knows the best

Aku percaya takdir itu ada
Aku percaya Keajaiban itu nyata
Harusnya aku sadar ada ribuan bahkan jutaan manusia yang jauh lebih menderita
Harusnya aku bersyukur Allah memberiku cobaan agar aku lebih dekat dengannya
Tapi salahkan jika aku bertanya kenapa ?
Kenapa harus aku ?
Kenapa harus seperti ini ?
Kenapa ini harus terjadi ?

Mungkin diluar aku bisa berkata
"I am the one person chosen to live this life by God. Why did God choose me? Because I have the power to overcome any difficulties"
Tapi dalam hati ingin berkata "i'm not strong girl"
Hey aku tak sekuat itu. Kalian bisa melihat bahwa aku baik baik saja meski tidak dengan kenyatanya.
Sendiri itu perlu untuk kita merenung,
kesalahan apa yang sudah kita perbuat.
Apa yang akan kita lakulan untuk memperbaiki kesalahan itu.
Bagaimana kita menyikapi hal tersebut.

But, satu motivasi yang selalu aku ingat
"Harus kita yakini bahwasanya
Akan selalu ada hujan ketika kemarau panjang menghadang.
Akan selalu ada turunan ketika kita mendaki gunung yang tinggi.
Dan akan selalu ada keindahan dikala waktunya tiba.
Apapun masalah kita,
kita manusia hanya bisa bersabar dan terus berusaha menggapai sesuatu itu
Kuncinya hanya satu, yakin dan percaya keajaiban pasti ada.
I'm believe it
Allah with me
Always with me

Selasa, 17 Juli 2018

Me's dairy

  Hidup dalam keterpaksaan memang sangat menyedihkan. Melakukan suatu hal yang tidak kamu inginkan itu sudah biasa. Tapi apa kamu pernah merasakan saat kemauan berjalan dengan keterpaksaan. Hal yang seharusnya kamu impikan menjadi tidak ingin kamu lakukan.

  Semuanya berawal saat aku masuk kuliah. Aku merasa kehilangan semuanya, teman, kegembiraan, mimpi mimpi yang ingin aku raih. Aku kehilangan semuanya. kalau kamu bilang kuliah itu mudah kamu salah, kalau kamu bilang kuliah itu buat senang senang saja itu hanya untuk kamu orang orang yang putus asa. Aku tak ingin jadi salah satu bagian dari mereka. Tapi keadaan memaksaku untuk melakukannya.

  Dalam bayanganku kuliah itu asyik, bisa pulang cepat tanpa harus berharap ada guru rapat (itu waktu SMA). Tapi nyatanya semua berbanding terbalik dengan kenyataannya. semester 1 sudah berlalu aku tidak ingin mengenang masa itu, Mungkin sebagian orang tidak terlalu memikirkan hal itu, tapi tidak buatku.

  Aku hidup di dua tempat yang memaksaku harus menyeimbangkan perihal prestasi keduanya. Dua duanya penting. PPM (pondok pesantren mahasiswa) misalnya, banyak target target yang harus kucapai. Begitupun kuliah.

  Seandainya aku boleh mengeluh andai aku boleh menyerah mungkin aku sudah meninggalkan kedua duanya. Aku bertahan, aku masih ingin bertahan meski mungkin aku harus mengorbankan salah satunya. Kalian harus tau bahwa fokus kedua arah itu bukan perihal yang mudah. Harus dan akan ada yang kalian korbankan salah satunya

youre my bestfriend but youre not understand

Dear selasa.
tak bisakah aku bahagia hanya untuk hari ini saja ? agar sesuai namanya SELASA GEMBIRA, SLASA BAHAGIA dan tidak ada kata terluka. Mungkin kalian berpikir aku terlalu jahat. Memang benar seperti yang ku katakan "terkadang kesendirian itu perlu, but kalian tidak memahami itu"

salahkah dengan kata kata itu ? mengapa beberapa orang menyimpulkan lebih dari yang mereka tau ?
harusnya mereka tanya, harusnya mereka paham. Bukan lantas diam dan salah paham. Terkadang aku bingung harus berbuat apa di depan mereka. Pura pura bahagia padahal sedang terluka sudah, Diam padahal sedang banyak masalah sudah.

Satu hal yang harus kalian tau. Aku tidak sejahat postinganku atau seburuk kata kataku. harusnya kalian paham jika kalian temanku. Entahlah, yang jelas aku memilih diam karena aku tak ingin melibatkan kalian terus menerus dalam kesedihan. Cukup aku, kalian berhak bahagia. Dan aku tidak ingin merusaknya hanya karena mood ku sedang tidak bahagia. Aku menghindar karena aku sadar jika aku berbicara mungkin akan membuat kalian terluka.


Fuck this day
ah, Shiiiiii(f)ttttt