Hidup dalam keterpaksaan memang sangat menyedihkan. Melakukan suatu hal yang tidak kamu inginkan itu sudah biasa. Tapi apa kamu pernah merasakan saat kemauan berjalan dengan keterpaksaan. Hal yang seharusnya kamu impikan menjadi tidak ingin kamu lakukan.
Semuanya berawal saat aku masuk kuliah. Aku merasa kehilangan semuanya, teman, kegembiraan, mimpi mimpi yang ingin aku raih. Aku kehilangan semuanya. kalau kamu bilang kuliah itu mudah kamu salah, kalau kamu bilang kuliah itu buat senang senang saja itu hanya untuk kamu orang orang yang putus asa. Aku tak ingin jadi salah satu bagian dari mereka. Tapi keadaan memaksaku untuk melakukannya.
Dalam bayanganku kuliah itu asyik, bisa pulang cepat tanpa harus berharap ada guru rapat (itu waktu SMA). Tapi nyatanya semua berbanding terbalik dengan kenyataannya. semester 1 sudah berlalu aku tidak ingin mengenang masa itu, Mungkin sebagian orang tidak terlalu memikirkan hal itu, tapi tidak buatku.
Aku hidup di dua tempat yang memaksaku harus menyeimbangkan perihal prestasi keduanya. Dua duanya penting. PPM (pondok pesantren mahasiswa) misalnya, banyak target target yang harus kucapai. Begitupun kuliah.
Seandainya aku boleh mengeluh andai aku boleh menyerah mungkin aku sudah meninggalkan kedua duanya. Aku bertahan, aku masih ingin bertahan meski mungkin aku harus mengorbankan salah satunya. Kalian harus tau bahwa fokus kedua arah itu bukan perihal yang mudah. Harus dan akan ada yang kalian korbankan salah satunya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar