Rabu, 13 November 2024

Hate

Kalau boleh memilih aku juga tidak ingin mempunyai rasa khawatir yang berlebihan seperti ini. Karena sejujurnya itu sangat menyiksa pikiran sendiri.

Nothing

Boleh aku bertanya bagaimana rasanya menjadi penenang? berpura-pura tenang padahal pikiran sama-sama sedang terguncang.

I didn’t expect anything about my future, but Ya Allah take charge of my affair with Your kindness, and take care of me with Your mercy and generosity.  I trust You 🙂

Thanks for giving me someone who fully supports me and cheers me from my breakdowns 🙂

Sista 🫶

 Sekarang aku tau..

Seorang kakak juga banyak menyembunyikan luka namun tidak seberisik adiknya.

Maaf dan terima kasih selalu ada bahkan saat keadaan tidak baik-baik saja.

Kepeduliannya yang kadang tak terlihat dan rasa sayangnya yang bahkan tak pernah terungkap.

But i know, it's because she's care about me 

Anxiet(y)

      Lebih dari setahun yang lalu pernah di fase putus asa dengan segalanya. Ku kira hal itu akan berhenti dengan sendirinya, seiring berjalannya waktu mencoba bangkit dan survive kembali.

      Banyak hal yg terjadi diluar kendali, naik turunnya emosi. Terkadang hampir benci sama diri sendiri yg mudah terpengaruh ego, memikirkan sesuatu dan kemungkinan-kemungkinan tertentu yang bahkan belum terjadi dan belum dijalani. Takut berlebihan terhadap sesuatu yang bahkan belum dicoba sama sekali. 

      Ternyata ada fase dimana memaksa makan sambil menangis karena takut sakit kambuh disaat diri kehilangan nafsu. Menahan diri agar tidak emosi dan melukai orang lain disaat mental sedang tidak baik-baik saja. Mencoba tetap tenang dan diam disaat amarah meluap dan melanda

      Namun sejauh ini bangga sama diri sendiri karena sudah bertahan sampai detik ini. Definitely not fine but life must be lived. But thanks God for giving me a peaceful life 🙂

Jumat, 12 Mei 2023

Survive

   Ada banyak hal yang ku alami dalam beberapa bulan terakhir ini. Ada banyak kejadian yang tak semua bisa ku ceritakan. Aku diam bukan karena ingin menghindar. Tidak, aku bahkan tidak menyalahan siapapun atas apapun yang terjadi saat ini.
   Aku hanya ingin tetap waras menghadapi dunia yang begitu keras. Berusaha menerima kenyataan yang tidak sesuai harapan. Mencoba berdamai dengan pikiran sendiri yang terkadang sangat menyiksa hati. 
   Aku hanya tak ingin kehilangan diriku ditanganku sendiri. Seandainya keimanan itu melemah mungkin aku sudah tidak ada lagi di dunia. Tapi Tuhan memaksaku untuk bertahan sekali lagi. 
   Hal serupa pernah ku alami beberapa tahun lalu. Bukan hanya masalah hati, banyak hal yang terjadi. Butuh waktu lama untuk bangkit dari keterpurukan. Namun aku percaya bahwa Tuhan tidak akan mencoba umatnya melebihi kemampuannya. 
   Satu-satunya yang aku ingat saat itu adalah, Akan selalu ada hujan ketika kemarau panjang menghadang. Akan selalu ada turunan ketika kita mendaki gunung yang tinggi. Dan akan selalu ada keindahan dikala waktunya tiba. Percaya bahwa Tuhan sedang mempersiapkan skenario terindah yang tak disangka-sangka.

Jumat, 27 Juli 2018

To : Iqlima Sy (my crazy friend)

Bagiku tidak ada sebuah perpisahan yang disertai kebahagiaan. Biar bagaimanapun tidak ada yang baik baik saja tentang sebuah perpisahan. Semanis apapun, seindah apapun ada cerita yang sejak detik itu harus berubah menjadi kenangan. Selalu dan akan ada waktu yang di korbankan, hati yang dipatahkan dan tubuh yang ditinggalkan.

Yang harus kamu tau "semua pasti berubah, mau tidak mau. Semua pasti berpisah, ingin tidak ingin. Semua pasti berakhir, siap tidak siap."

Yang harus kamu ingat "sebuah tempat yang telah menjadi takdirmu dengan semua berkah dan kenikmatan dari-Nya. Itulah yang pantas kamu terima. Lanjutkan langkahmu, tetap tersenyum seperti itu dan aku akan bahagia disini untukmu"

Yang harus kamu percaya "bahwa takdir itu ada. Tentang bagaimana nanti, bagaimana masa depan, dan bagaimana akhirnya."

Time will always cure and time will always fix it. Thanks for now and forever. Thanks for this night.  And thanks for everything that ever happened . You are the one who always gives me the spirit.
03.15 AM
Saturday, 28 july 2018



Your Piggy_chan

R.R.S

Sabtu, 21 Juli 2018

Bertahan dengan sebuah alasan

Peraturan itu ada untuk di taati walaupun kadang memberatkan diri dan menyakitkan hati. Saat semua orang memilih pergi dengan alasan sudah tak kuat lagi, salahkah jika aku bertahan dengan sebuah alasan aku ingin mempertahankan ? bahkan tak sedikit dari mereka yang bertahan dengan alasan keterpaksaan. Tuntutan orang tua, keadaan yang memaksa, dan lain sebagainya.

Satu hal yang ingin aku tanyakan bukankah suatu tempat harusnya memberikan kenyamanan ? lantas bagaimana dengan peraturan peraturan yang memberatkan yang berujung membuat seseorang tak nyaman dan berakhir dengan sebuah kata kepergian ? mereka pergi bukan tanpa alasan hanya saja mereka tak ingin terlalu banyak berdebat dan membuat mereka penat hingga akhirnya memilih untuk beristirahat dengan alasan "aku sudah tidak kuat". 

Coba bayangkan berapa banyak yang sudah mereka korbankan, meski tidak semuanya terlihat nyata didepan mata. Ada hati yang harus mereka jaga, ada perasaan orangtua yang harus mereka pikirkan kedepannya. Sejauh ini mereka bertahan itu sudah merupakan sebuah kebanggaan. Bagaimana tidak ? Mungkin kalian akan tau jika kalian pernah merasakan hidup dalam keterpaksaan mencoba mengontrol diri agar tidak kelewatan. Perlahan tapi pasti mencoba memperbaiki diri.